Rp 40 Miliar Untuk Penghormatan Jacko

LOS ANGELES - Penghormatan terakhir (memorial service) untuk Michael Jackson berlangsung meriah sekaligus mengharukan. Acara yang digelar di Staples Center, Los Angeles, Selasa (7/7) atau Rabu (8/7) dini hari waktu Indonesia itu dihadiri sekitar 11.000 penggemar Jackson dan ditonton jutaan warga dunia melalui media elektronik.
Kepolisian Kota Los Angeles (LAPD), AS, lega karena tidak ada peristiwa buruk terjadi selama acara melayat terbesar sepanjang masa itu. “Tidak ada penangkapan, kecelakaan lalu lintas, ataupun tindakan keras dari polisi. Aman-aman saja,” kata Wakil Kepala Polisi LA Earl Paysinger. Padahal LAPD sudah mengerahkan 3.200 polisi. Ditambah dengan semua kekuatan Dinas Pemadam Kebakaran LA yang disiagakan penuh.
LAPD memperkirakan acara penghormatan terakhir Jacko yang digelar di Staples Center, Selasa (7/7) itu bakal agak kacau mengingat banyaknya penggemar. Mereka memprediksi jutaan orang bakal memenuhi kota kaum selebritas itu. Ternyata hanya sedikit fans yang hadir. “Tak lebih seribu orang yang berada di sekitar Staples Center,” imbuh Paysinger.
Karena sebagian besar polisi jadi ‘pengangguran’, 1.000 petugas kepolisian pun ‘dipulangkan’. “Karena mereka tidak diperlukan,” katanya. Padahal antisipasi pengamanan itu menghabiskan antara 2 – 4 juta dolar AS (Rp 20 – 40 miliar). Bukan jumlah yang sedikit mengingat LA juga sedang dililit defisit anggaran alias bangkrut, yang besarnya mencapai 530 juta dolar AS (Rp 5,4 triliun).
Matt Szabo, juru bicara Wali Kota LA Antonio Villaraigosa mengatakan bahwa pengamanan untuk penghormatan terakhir Jackson merupakan ‘kewajiban’ dan ‘prioritas 1’ pemerintah. Tetapi Kota LA benar-benar memerlukan bantuan.
“Kami harus memastikan tidak ada gangguan keamanan. Kami meminta sumbangan para penggemar Michael Jackson. Meskipun LA merupakan ibukota dunia hiburan, kami tidak lepas dari resesi,” jelas Szabo. Untuk permintaan sumbangan itu, Wali Kota Villaraigosa membuka situs khusus pemintaan sumbangan melalui PayPal.
Dalam situs itu tertulis ‘Bantulah Kota Malaikat (arti nama Los Angeles, Red) untuk menyediakan sumber-sumber pengamanan bagi masyarakat yang diperlukan agar acara penghormatan terakhir kepada Michael berjalan aman, teratur dan terhormat.’
Seperti diperkirakan, suasana penghormatan terakhir itu berlangsung mengharukan. Diiringi lagu rohani, peti jenazah Jackson diiringi kelima saudara laki-lakinya masuk ke Staples Center dan diletakkan di depan panggung. Sesekali terdengar seruan ‘I love you, Michael’ dari kursi para pelayat.
Suasana mulai mengharukan ketika aktris Brooke Shields mengisahkan persahabatannya dengan Jacko. Kadang Shields mengundang tawa saat mengisahkan kelucuan tingkah laku mereka. Namun ia tak bisa menahan air mata saat menyitir lagu kesayangan Jacko. “Lagu favoritnya adalah ciptaan Charlie Chaplin yang berjudul Smile. Salah satu liriknya adalah smile though your heart is aching (tersenyumlah meski hatimu sakit),” katanya.
Sambutan Shields disusul Jermaine Jackson yang menyanyikan lagu itu dengan suara menahan tangis dan lelehan air mata di pipi. Di akhir acara, penonton menitikkan air mata ketika Paris, anak kedua Jackson, mengucapkan perpisahan kepada ayahnya. “Sejak saya lahir, dialah ayah terbaik yang pernah ada. Saya hanya ingin mengatakan ‘saya sangat menyayangi ayah,” kata Paris yang langsung menangis dan dipeluk tantenya, Janet Jackson.
Pada acara itu, untuk kali pertama anak-anak Jackson tampil di depan umum dalam acara resmi. Mengenakan busana serba hitam, Prince Michael, Paris, dan Prince Michael II (Blanket), duduk bersama kakek dan neneknya, serta saudara-saudara Jacko. Mereka tampak tabah bahkan ikut menyanyikan lagu Heal The World dan We Are The World.
Jenazah Michael Jackson dihadirkan pada acara bertabur bintang itu. Para penampil dan pemberi sambutan adalah nama-nama kondang. Misalnya Jennifer Hudson, Usher, John Mayer, Lionel Richie, Mariah Carey, dan Stevie Wonder.
Sementara yang memberi kata sambutan antara lain Brooke Shields, bintang basket LA Lakers Kobe Bryant dan Magic Johnson, dua anak pejuang kulit hitam Martin Luther King Jr yakni Bernice dan Martin Luther King III, Pendeta Al Sharpton, dan penyanyi Smokey Robinson.
Setelah acara berakhir, jenazah Jackson yang diletakkan di depan panggung dibawa kembali ke mobil jenazah. Iring-iringan kendaraan kemudian meninggalkan LA menuju Beverly Hills. Keluarga besar Jackson terlihat tiba di Hotel Beverly Wilshire. Di hotel mahal itu, mereka mengadakan acara keluarga. Menurut Ken Sunshine, juru bicara keluarga, meskipun sedih mereka lega karena acara berjalan lancar.
Sementara itu, surat keterangan kematian Michael Jackson sudah dikeluarkan oleh pihak berwenang. Namun dalam surat itu tak dicantumkan penyebab kematian, dan seorang petugas koroner mengatakan pihak penyelidik masih memeriksa otak penyanyi itu.
Pejabat dinas kesehatan mengatakan, Selasa (7/7), pada kolom penyebab kematian, tertulis ‘ditunda’.
Asisten Kepala Koroner Ed Winter mengatakan otak Jackson, atau setidaknya sebagian otak, masih di tangan penyelidik dan akan dikembalikan kepada keluarga begitu pemeriksaan neuropatologi rampung. “Masih ada serangkaian pemeriksaan yang harus dikerjakan,” kata Winter.
Kejadian seperti ini bukan hal aneh. Biasanya keluarga memilih menunda penguburan sampai otak dikembalikan. Namun Winter mengaku belum mendapat omongan apapun dari keluarga Jackson. “Yang terakhir saya dengar mereka belum memakamkannya,” imbuhnya.
Dalam surat keterangan kematian, pekerjaan Jackson ditulis sebagai musisi. Dia lulusan SMA dan statusnya bercerai. Informasi untuk mengisi formulir itu didapat dari kakak Jackson, La Toya. Dalam surat itu tidak ditulis tempat Jackson dimakamkan. ap/latimes/cnn/kis/surya