Foto Keliru, CJH Ditinggal Orang Tuanya
SURABAYA – SURYA
Jika anda termasuk calon jemaah haji (CJH) dan di rumah punya saudara atau kerabat yang wajahnya mirip anda, berhati-hatilah. Bisa-bisa anda gagal berangkat ke tanah suci, hanya gara-gara foto yang tertempel di visa bukan asli foto anda, melainkan foto saudara atau kerabat yang mirip.
Pengalaman tersebut, Senin (26/10) kemarin dialami Achmad Bin Moch. Bahri, 20. CJH kloter 11 asal Desa Mayangan RT 03/RW01 Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan ini tertunda keberangkatannya karena foto yang tertempel di visanya ternyata bukan fotonya, melainkan foto Jalaludin Asysuyuthi, 16, adik kandungnya yang wajahnya kebetulan sangat mirip dengannya.
Padahal, bersama Achmad juga terdapat ayahnya Moch. Bahri dan neneknya Sakariyah Binti Syukron. Sehingga remaja inipun terpaksa ditinggal sendirian oleh ayah dan neneknya di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) Sukolilo.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa tersebut bermula ketika, sekitar pukul 11.30 WIB, 445 CJH asal Kota Pasuruan dan Surabaya yang masuk kloter 11 mulai siap-siap naik ke bus yang akan membawanya ke Bandara Juanda. Karena sesuai jadwal, pesawat Saudi Arabia Airlines (SAA) dengan nomor penerbangan 5565 akan berangkat pukul 14.00 WIB.
Sebelum masuk bus, semua barang bawaan termasuk dokumen dan visa CJH diperiksa oleh petugas. Karena masih satu keluarga, Sakariyah – nenek Achmad yang berada di baris depan mendapat giliran pertama diperiksa dan dinyatakan tidak ada masalah sehingga dinyatakan lolos. Demikian juga ketika petugas memeriksa Moch. Bahri, ayah Achmad.
Namun saat giliran Achmad yang diperiksa, petugas awalnya tidak curiga. Tetapi setelah mencermati wajah Achmad yang siang kemarin berkopyah hitam dengan foto yang ada di visanya, petugas tiba-tiba curiga. Setelah diperiksa dan dicek beberapa saat, petugas akhirnya memastikan wajah Achmad dengan foto yang ada di visanya tidak sama. “Foto yang ada di visa sampean tak sama dengan wajah anda, maka sampean tak boleh berangkat dulu,” ujar salah satu petugas yang memeriksanya.
Mendapat penjelasan demikian, Achmad langsung kaget sambil mulutnya mengangga. Dengan spontan dia menimpali, “Tidak, Pak. Ini foto saya,” imbuhnya.
Meski menegaskan bahwa foto yang ada di visa adalah fotonya, tapi petugas tetap menyuruhnya tinggal di Asrama untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dalam situasi seperti itu, Moch. Bahri, ayah Achmad sempat menarik tangan anaknya itu untuk diajak naik ke bus. Tapi buru-buru dihalau petugas. Akhirnya, setelah bus yang membawa CJH kloter berangkat ke Juanda, Achmad hanya bisa pasrah dengan wajah yang terlihat sayu dan sedih.
Sejurus kemudian, petugas membawanya ke salah satu kamar A1-115 yang ada di AHES untuk menenangkan diri. Namun sekitar pukul 12.30 WIB, dia keluar dari kamar tanpa memberi tahu petugas yang ada di kamar A1-115. “Mungkin jalan-jalan disekitar asrama supaya tidak stress,” tukas salah satu petugas.
Humas Panitia Penyelenggara Haji (PPIH) Jatim, Sugiyanto membenarkan salah satu CJH kloter 11 tidak jadi berangkat akibat foto di visanya tertukar dengan foto adiknya. “Kesalahan tersebut kesalahan saat dia ngurus paspor di daerahnya. Mungkin karena foto dia dan adiknya mirip sehingga petugas kecele,” jelasnya.
Meski demikian, Sugiyanto memastikan foto visa yang salah tersebut akan diperbaiki. Pihaknya langsung menyuruh petugas mengurusnya ke Kantor Kedutaan Arab Saudi di Jakarta. “Siang hari ini juga petugas berangkat, insyaallah dua hari selesai,” tukasnya.
Jika visa perbaikan sudah jadi, Achmad akan dicarikan kursi kloter yang kosong untuk diterbangkan ke Saudi dan dipertemukan dengan orang tuanya di Najiziah – daerah perbatasan yang ada di Madinah. “Tapi kalau tak ada kursi kosong ya, tentu harus menunggu,” imbuhnya. uji