GERAH SANG PUNOKAWAN

Desember 26, 2008 at 4:13 pm (Puisi)

Perburan itu mencabik hati
Menukik diatas pusaran ingin
Langkahmu gontai
Pandangmu sayu
Menerobos diantara relung harap
Yang memudar dalam teriak perkembangan
Dan disitu kau tanamkan kembang gula yang tereguk senainya
Tetesan peluhmu menggusur tuntutan yang terjadi
Namun ringkikmu hentakkan sumsum pori-poriku ketika
Kelambu masih terus membalutmu

20 September 2000

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

CINTA DALAM SEPENGGAL MAKNA

Desember 26, 2008 at 3:15 pm (Puisi)

Bilakah kau ingin tahu
Apa makna kata Cinta?

Jawabnya adalah

Kata Cinta dengan huruf  C
Cepat-cepatlah ungkapkan rasa
bila tertarik pada pandangan pertama

Kata Cinta dengan huruf  I  setelah  C
Ingin selalu berdua dalam ikatan suci
sehidup semati

Sedangkan kata Cinta dengan huruf abjad  N
Nikmati suka duka yang bersandar
norma, etika, dan agama

Kalau Cinta dengan huruf  T

Tanamkan bijak diri rengkuh mutiara kasih
dengan cahya nurani

Dan kata Cinta dengan huruf  A
Api gelora nafsu asmara yang menjangkiti manusia
saat dewasa lumerkan usia dan carut marut hidup dunia.

Itulah sepenggal makna huruf  C, I, N, T, dan A.

Maret 2000 – Januari 2002

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

POLITIK BANPOL

Desember 25, 2008 at 4:47 pm (Puisi)

Politik-pol-pol-pol ngompol
Banpol suka sekongkol
Siram hati dongkol
tuk mengusir Paus Tongkol

Pol-pol-pol-politiknya Banpol
Ngebet tanggapi celoteh ambrol
Cekik lidah-otak Orsospol dengan
kerap kencing lupa tutup Kontol

DPRD Kota Malang:  10 Februari, 2001

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

KERAK MIMPI KESADARAN

Desember 25, 2008 at 4:44 pm (Puisi)

Bingung kita sungguh membuat runtuh semangat
yang mengganggu mimpi hari suntuk berkabut di
kelilingi goresan-goresan luka yang mendidihkan
cita cinta luapan pesona memotong urat nadi diantara
sedu sedan bimbang yang tercecer dalam media massa
di garis awal sadar kampungan merobek tirai suci yang
selama ini kau agungkan dalam kerak teriak!
Padahal mimpi itu, sulit jadi kenyataan. Apalagi
sekarang harummu terpendam sengketa nasib dan rasa
yang berada pada titik nol derajat. Walaupun demikian,
masih ada secercah harap ‘tuk lumerkan carut-marutmu.
Ya, harapan seperti terkandung dalam mantra-mantramu.
Mantra yang kau dengar ketika bunda mau
meninabobokkanmu di masa kecil dulu.

4 Oktober, 2000

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

KUMUNYA MAKNA

Desember 25, 2008 at 4:40 pm (Puisi)

Malamku
Malanmu
Malamnya
Malam kita

Apiku
Apimu
Apinya
Api kita Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

SAJAK MEROKOK

Desember 25, 2008 at 4:37 pm (Puisi)

Ambil cigarette

Sulut dengan korek api

( Jre…….sss )

Hisap dalam-dalam

Keluarkan asapnya

( Bu……..lll )

Ah…..

Alangkah nikmat

MEROKOK!

Jogja: 4 April, 2000

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »