Solar Langka, Petani Udang Rugi Rp 8 Miliar

Desember 26, 2008 at 2:51 pm (Berita 2008)

Sunday, 20 July 2008

TUBAN – SURYA

Pasokan BBM –termasuk solar– di Kabupaten Tuban berkurang dua pekan terakhir, dan dikeluhkan para petani tambak udang. Berkurangnya pasokan solar mengganggu proses perawatan udang, karena turbin pengatur sirkulasi air yang digerakkan mesin diesel tak lagi bisa dioperasikan. Total kerugian ditaksir sekitar Rp 8 miliar.

Keluhan muncul antara lain dari Arif Tribina, 46, salah satu petani tambak udang. Berkurangnya pasokan BBM membuat dirinya pesimistis hasil panen udang di lahan tambak akan bagus. Karena, tidak normalnya sirkulasi air akibat turbin tak beroperasi, menyebabkan banyak udang mati.

Warga Kecamatan Jenu ini biasanya setiap musim menebar 12 ton benih udang di setiap satu hektare lahan tambak. Pada kondisi normal, penyusutan benih yang ditebar antara 10-15 persen.

“Tapi dengan kondisi BBM yang sulit seperti saat ini, penyusutannya bisa mencapai 50 persen lebih,” keluhnya, Sabtu (19/7).

Padahal, udang jenis vannamey yang diproduksi Arif saat ini berharga sekitar Rp 34 ribu/kg. Jika keadaan normal, hasil yang diperoleh bisa mencapai Rp 139,9 juta juta/hektare.

“Itu kalau biaya produksinya sekitar Rp 22 ribu/kg. Tapi saat ini biaya yang kami keluarkan jauh lebih besar. Untuk 12 ton udang biayanya sekitar Rp 264 juta. Padahal hasil panen tak nyucuk. Rugi terus,” jelasnya, diamini Agus Fauzi, petani udang lain.

Arif dan Agus berharap pasokan BBM di Tuban segera normal. Saat ini, mengatasi kesulitan memperoleh solar, para petani terpaksa memakai minyak tanah untuk bahan bakar diesel. Kendalanya, pembelian minyak tanah dibatasi, tak boleh lebih dari 10 liter per orang. Padahal, setiap hari dia membutuhkan minimal 280 liter per hektare.

“Karena terancam rugi cukup besar itulah para petani tambak udang memilih menghentikan penggarapan lahannya,” papar Arif.

Dikonfirmasi tentang hal itu, Kasubdin Usaha Perikanan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tuban, Sunarto, membenarkan ada penyusutan produksi udang di Tuban. “Penyebabnya, karena luas lahan tambak yang digarap petani menyusut,” ujarnya.

Hanya, penyusutan tersebut, menurutnya, tidak begitu besar, sekitar 15 persen. Akibatnya, dengan total luas lahan tambak udang 727 hektare, kemampuan produksi per musim hanya berkisar 8.636 ton. Seiring sulitnya BBM, produksi udang menurun hingga 30 persen atau sekitar 2.590 ton.

“Jika dinilai dengan rupiah, kerugian akibat penurunan produksi udang itu mencapai Rp 8 miliar lebih,” tegas Sunarto. uji

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: