Bus Patas Dihantam KA, 7 Tewas

Februari 24, 2009 at 11:34 am (Berita 2009)

* Penjaga Palang Pintu Mengaku Lalai
Selasa, 24 Februari 2009

KEDIRI | SURYA –

Kecepatan tinggi kendaraan kembali menelan korban. Tabrakan maut antara KA Dhoho jurusan Surabaya-Blitar dengan bus patas Harapan Jaya di perlintasan KA Jl Brigjen Katamso, Kelurahan Kampung Ndalem, Kecamatan Kota, Kediri menyebabkan 8 korban tewas, 8 luka berat, dan puluhan luka, Senin (23/2) sekitar pukul 15.00 WIB.

Kecelakaan terjadi ketika hujan deras mengguyur Kota Kediri. Menurut beberapa saksi mata, saat itu bus bernopol AG 7493 UR jurusan Surabaya-Tulungagung melaju kencang dari arah timur (Surabaya) ke barat.
Secara bersamaan, penjaga pintu perlintasan KA mulai menutup palang pintu karena KA Dhoho yang baru keluar dari Stasiun Kediri akan lewat. Namun karena tingginya kecepatan, bus tiba-tiba menerobos palang pintu yang saat itu belum menutup sempurna.

“Jadi pas hujan deras, tiba-tiba bus yang melaju kencang itu menerobos palang pintu perlintasan KA,” ujar Udin, 25, warga sekitar TKP kepada Surya di lokasi kejadian.

Setelah menghantam palang pintu, bus langsung disambar KA bernomor loko CC 201 08 yang juga melaju kencang dari utara (Kota Kediri) ke selatan. Kerasnya hantaman membuat bus terpental balik arah kembali ke sebelah timur rel, kemudian terseret puluhan meter lalu menghantam dua bangunan rumah hingga akhirnya bus terguling.

Kondisi bus rusak parah, bagian depan hancur, seluruh kacanya pecah, bahkan dua roda depannya terlepas. Sedangkan loko KA dan dua gerbong di belakangnya tergelincir keluar dari rel hingga gerbong kedua terempas ke kiri menghantam sebuah rumah, sedangkan gerbong ketiga terempas ke kanan. Gerbong 4-6 masih berada di atas rel, namun melintang di tengah Jl Brigjen Katamso.

Penumpang KA langsung berhamburan keluar menyelamatkan diri, sementara warga berdatangan menolong korban penumpang bus yang kondisinya lebih parah. Proses evakuasi korban cukup sulit, karena terhimpit kursi dan badan bus.

Korban meninggal yang dievakuasi ke RS Bhayangkara Kota Kediri jumlahnya 8 orang. Mereka tewas dengan luka parah akibat benturan dan terhimpit kursi atau bodi bus. Sementara korban luka berat 8 orang, sedangkan yang luka ringan puluhan orang. Seluruh korban meninggal dan luka berat kebanyakan penumpang bus.

Polisi menerjunkan dua peleton Brimob untuk membantu evakuasi serta mengamankan lokasi. Ratusan warga memadati lokasi kecelakaan, sementara petugas dari PT KAI berusaha menarik tiga gerbong yang melintang di tengah jalan.

Salah seorang penumpang KA Dhoho, Ny Efi asal Tulungagung mengatakan, setelah keluar dari Stasiun Kediri, tiba-tiba ia merasakan tiga kali benturan ketika melintas di pintu perlintasan KA tersebut. “Setelah tiga kali benturan, penumpang langsung tumpang tindih terlempar. Saya juga tertindih, tapi tidak sampai terluka,” tutur Ny Efi.

Kapolwil Kediri Kombes Pol Heru Purwanto yang meninjau lokasi mengatakan polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan. Jika melihat kondisi di TKP, ada dua asumsi penyebab.

“Pertama, petugas terlambat menutup palang pintu. Kedua, bus menerobos palang pintu perlintasan hingga akhirnya ditabrak KA yang melintas,” kata Heru. Dikatakan, polisi sudah mengamankan penjaga palang pintu perlintasan KA, Supinto, 43, serta beberapa saksi yang melihat kejadian ini.

Mengenai delapan korban tewas diketahui terdiri tiga wanita dan lima pria. Hingga tadi malam, empat di antara korban tewas berhasil diidentifikasi, yakni:
* Sarwoko, 43, warga Dusun Mugeran, Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Tulungagung (kondektur bus).

* Andri Turianto, 29, warga Desa Kanigoro, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri (kernet bus).
* Agung Setiawan, 45, sopir, warga Ringinpitu, Tulungagung.
* Umi Sakdiyah, penumpang bus, warga Srengat, Kabupaten Blitar.
Sementara korban dirawat sebanyak 10 orang di RS Bhayangkara, 5 orang di RS Baptis, dan 10 orang di RSUD Gambiran Kota Kediri.

Mengaku Lalai
Petugas Polresta Kediri hingga tadi malam masih memeriksa petugas palang pintu, Supinto. “Kami masih memeriksanya,” kata Kasatlantas Polresta Kediri AKP Mukalam.
Supinto ketika ditemui di Polresta mengaku lalai sehingga terjadi kecelakaan tersebut, selain karena faktor kencangnya laju bus. Ia mengaku sebagai petugas perbaikan dan perawatan rel KA. Kemarin dia menggantikan penjaga pintu perlintasan KA, Maryono, yang izin ada keperluan keluarga.

Menurut Supinto, biasanya ada dua kali tanda melalui telepon mengenai datangnya KA dari utara ke selatan. Karena kemarin sore hujan deras, Supinto mengaku tak menunggu dering telepon di pos jaga perlintasan, melainkan berdiri di depan pos untuk melihat apakah KA akan lewat.

Dia mengaku tidak mendengar dering telepon. Namun tiba-tiba dia melihat KA datang. Ia lalu menutup palang pintu. Tapi karena terlambat, lalu terjadilah tabrakan itu.
Akibat kecelakaan itu, perjalanan KA dari Malang ke Jakarta terganggu. Yakni, KA Ekonomi Matarmaja jurusan Stasiun Senen dan KA Eksekutif Gajayana jurusan Gambir.

Perjalanan dua KA ini harus diputar melewati Surabaya dan bukan lewat Blitar, Tulungagung, dan Kediri seperti biasanya. Akibatnya perjalanan molor hingga 8 jam.

Karena perjalanan diputar, penumpang KA Gajayana dari Blitar dan Kediri yang sudah beli tiket harus dioper bus ke Stasiun Kertosono. Sementara untuk calon penumpang KA Matarmaja dari Blitar, Tulungagung, dan Kediri harus gigit jari karena tak bisa naik kelas ekonomi tersebut.

“Perjalanan dua KA itu diputar lewat Stasiun Gubeng Surabaya karena perlintasan di Jalan Brigjen Katamso Kediri belum bisa dilewati,” ujar Kepala Humas PT KA Daops VIII Surabaya, Sugeng Prijono kepada Surya, Senin (23/2).

Dari Surabaya, kereta akan dilewatkan jalur lintas Selatan lewat Mojokerto-Kertosono-Madiun-Solo-Jogjakarta-Purwokerto-Jakarta.
Ditambahkan, KA Dhoho yang mengalami kecelakaan itu adalah kereta ekonomi jurusan Stasiun Semut Surabaya-Blitar (lewat Kertosono). KA 950 dengan loko CC 20108 itu berangkat dari Stasiun Semut sekitar pukul 10.55 WIB. Tapi sekitar pukul 15.00 WIB saat melintas di perlintasan rel KA Jalan Brigjen Katamso Kota Kediri, KA menabrak Bus Harapan Jaya nopol AG 7493 UR dan menyebabkan 8 korban tewas. ais/uji

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: