Ribuan Angkot Bobrok

Februari 24, 2009 at 10:05 am (Berita 2009)

* Usianya Lebih 26 Tahun

* Mestinya Cuma 15 Tahun
Sabtu, 21 Februari 2009

SURABAYA | SURYA-

Berapa jumlah angkot bobrok yang masih beroperasi di jalan jalan Kota Surabaya? Ya ampun, ternyata lebih dari 1.900 unit.

Itulah Surabaya. Dalam forum “Peremajaan angkutan kota berbahan bakar gas” di Bisanta Bidakari Hotel, Jumat (20/2), terungkap bahwa angkot berusia lebih dari 26 tahun sebanyak 115 unit. Sedangkan angkot berusia 23-25 tahun sekitar 1.800 unit. Ini belum termasuk yang berusia 16-22 tahun.

Padahal, dalam Perda 7/2006 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang di Jalan disebutkan bahwa usia angkot dalam trayek (bus kota atau mikrolet) maksimal 15 tahun, sementara usia angkot luar trayek (taksi atau angguna) dibatasi 10 tahun. Kalau usia angkot lebih dari itu wajib diremajakan.
“Kalau mengacu pada aturan di atas, memang banyak angkot yang mestinya sudah diremajakan,” ujar Kasi Angkutan Darat Dishub Surabaya, Trio Wibowo, Jumat (20/2) dalam forum silaturrahmi dan sosialisasi itu.
Saat ini, jumlah angkot di Surabaya sekitar 11.266 unit. Rinciannya, 5.257 unit mikrolet, 5.251 unit taksi, 359 unit bus kota, dan 399 unit angguna.

Tetapi, karena belum adanya Perwali – petunjuk teknik pelaksanaan perda, maka Perda 7/2006 hingga kini belum juga dilaksanakan. Padahal, perda tersebut mestinya sudah diterapkan sejak Oktober 2008.
Meski pelaksanaannya sudah molor lima bulan, Dishub tetap akan meremajakan angkot secara bertahap, sesuai amanat Perda 7/2006 yang saat digedok memang dimaksudkan untuk memberikan layanan yang baik bagi penumpang angkot.

Dari lima tahapan peremajaan itu, angkot yang usianya 1983 ke bawah mestinya sudah diremajakan pada 2008. Pada 2009, giliran peremajaan angkot usia 1984 – 1986. Sementara pada 2011 untuk meremajakan angkot yang keluar 1987-1989.

Sedangkan angkot 1990-1992 akan diremajakan pada 2012 dan 1993-1996 pada 2013. “Makanya, kami berharap tahun ini aturannya sudah bisa diberlakukan,” jelas Trio.

Ketua DPC Organda Surabaya Wastomi Suheri mendukung peremajaan angkot, dengan catatan pembayaran angkot baru nantinya benar-benar disesuaikan dengan kemampuan membayar pemilik atau sopir angkot. Misalnya, setoran per hari maksimal Rp 60.000.

Hal senada disampaikan Ketua Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Surabaya Soekanto HS. Menurutnya, peremajaan angkot saat ini memang sangat mendesak, karena usia angkot sudah banyak yang tua. “Sebelumnya, kami memang minta peremajaan agar diolor, karena pemilik banyak yang tidak mampu membayar,” jelasnya. uji

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: