Bocah 13 Tahun Jadi Bapak

Februari 27, 2009 at 3:23 pm (Ada-ada Saja)

Alfie Patten tidak pernah mengira bahwa hubungan seks yang hanya sekali dilakukannya dengan Chantelle Steadman kekasihnya berbuntut panjang. Chantelle yang masih berusia 15 tahun hamil, sementara Alfie sendiri baru 13 tahun. Senin (9/2) lalu, bayi mereka lahir.
Saat Chantelle hamil sembilan bulan lalu, mereka menolak aborsi. “Saya pikir asyik juga punya anak bayi,” kata Alfie yang suaranya belum pecah itu.

Saat ditanya bagaimana dia bakal menghidupi anak yang diberinya nama Maisie Roxanne itu, Alfie mengaku tidak tahu. “Saya tidak mendapat uang saku. Kadang-kadang saja Ayah memberi saya 10 poundsterling.”
“Saya juga tidak tahu caranya menjadi ayah. Tapi saya yakin kok bisa jadi ayah yang baik dan merawat anak itu,” katanya yakin.

Alfie berusaha menunjukkan tanggung jawabnya sebagai ayah dengan menjadi orang pertama yang menggendong bayi berbobot 3,5 kg itu.
“Dia bisa saja tidak peduli dan bermain PlayStation saat Chantelle melahirkan. Tapi Alfie mau menunggui pacarnya di rumah sakit,” ujar Dennis Patten, 45, ayah Alfie.

Chantelle tahu dirinya hamil saat memeriksakan diri ke dokter dengan keluhan sakit perut. “Saya diantar Alfie. Dokternya tanya apakah kami berhubungan seks. Saya lalu dites kehamilan. Saya menangis waktu dokter bilang saya positif hamil,” cerita remaja bongsor itu.

Chantelle mengaku takut memberitahu ibunya. “Saya pikir Mama bakal membunuh saya.”
Chantelle kini membawa Maisie ke rumah ibunya di sebuah rumah di Eastbourne. Di rumah itu ia tinggal bersama orangtuanya, Penny dan Steve, serta lima saudara laki-lakinya. Karena Steve menganggur, mereka hidup dari tunjangan pemerintah.

Alfie masih tinggal dengan ayahnya, tapi setiap hari menengok bayinya. Sikapnya masih seperti anak-anak seusianya. Dia suka bermain komputer, bertinju, dan nonton Manchester United bertanding.
Dennis, ayah Alfie, sangat terpukul ketika tahu anaknya yang masih bocah itu juga akan menjadi ayah.

“Alfie menangis dan mengaku itu hubungan seks pertamanya dan tidak tahu konsekuensinya. Meski terlambat saya harus bicara lagi dengannya supaya dia paham benar perbuatannya. Dan agar tidak ada bayi lagi,” tandas Dennis yang ayah sembilan anak itu. sun/kis

Sabtu, 14 Februari 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: