Dibesarkan Anjing, Senang Gerogoti Tulang

Februari 27, 2009 at 2:40 pm (Ada-ada Saja)

Kasih sayang orangtua tidak pernah dirasakan Madina. Bocah berusia tiga tahun yang tinggal di Ufa, wilayah tengah Rusia ini tak pernah mengenal sosok ayah yang melindunginya atau hangatnya dekapan seorang ibu.

Madina justru merasakan pahitnya kehidupan sejak dilahirkan. Tak ada belaian kasih dari orangtua, Madina pun mencari perlindungan lain. Anjing peliharaan di rumah menjadi pelariannya.

Ya, Madina pun dibesarkan dan diasuh si anjing. Akibatnya, tak disangka-sangka. Madina bertingkah laku, berjalan bahkan menggeram seperti mereka. Tak seperti karakter fiksi Mowgli (Jungle Book), bocah yang dibesarkan singa di hutan, hidup Madina nyata adanya.

Pekerja sosial di Rusia menemukan Madina di dalam rumah dalam kondisi telanjang. Ia tengah berjalan dengan keempat kaki tangannya sembari menggerogoti sebuah tulang kecil laiknya anjing. Kala petugas sosial mendekat padanya, Madina menggeram, mencoba mengusir si petugas.

Ibu Madina, Anna, 23, menelantarkannya sejak ia dilahirkan. Selama hidupnya, Anna tidak pernah memperdulikan Madina. Saat makan, Anna yang duduk di meja makan, membiarkan putrinya makan bersama anjing-anjing di bawah meja. Madina juga mencari kehangatan dalam dekapan bulu-bulu anjingnya.

“Anak ini berwajah malaikat. Sayang ia kekurangan cita dan kasih sayang, kecuali dari anjing,” terang salah satu petugas sosial yang datang melihat kondisi Madina.
Anna pun sering menghilang dan meninggalkan putrinya sendirian selama berhari-hari. Ia terlalu mabuk untuk mengurusi putrinya. Teman-teman sebaya Madina enggan berteman dengannya karena kelakuannya yang dianggap aneh.

Di kala ibunya tengah emosi, Madina biasa lari dari rumah. Namun tak ada seorang anak pun yang mau menemaninya di taman bermain. Madina hanya bisa mengatakan ‘ya’ dan ‘tidak’.
“Ia hanya tahu satu kata dan bertarung dengan siapapun. Sehingga anjing menjadi sahabat terbaiknya. Ia bermain dan tidur dengan mereka, baik di musim dingin sekalipun,” imbuhnya.

Ayah Madina menghilang setelah kelahirannya. Hal inilah yang memicu Anna menjadi seorang pemabuk. Anna biasa mengundang teman-temannya sesama pemabuk ke rumah dan tidak mengacuhkan putrinya.
Saat petugas kepolisian datang ke rumahnya, Anna hanya berkata singkat. “Saya selalu merawat putri saya,” kelitnya.

Tim medis yang memeriksa Anna mengungkapkan, kondisi bocah tersebut secara mental dan fisik baik-baik saja, meskipun ia mengalami siksaan dari ibunya. mail/sun/tis

Jumat, 27 Februari 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: