Menambal Wajah Hancur Dengan Daging Mayat

Mei 8, 2009 at 8:42 am (Ada-ada Saja)

Bulan September 2004 silam mungkin menjadi waktu yang tak terlupakan bagi Connie Culp, 46. Saat itu, suaminya, Thomas, menembaknya tepat di bagian wajah. Parahnya, tembakan tersebut merusak wajahnya.
Ia harus kehilangan hidung, pipi, bagian atas mulutnya dan satu matanya. Yang tersisa hanyalah dagu, satu mata dan bagian atas dahinya. Serpihan senjata semakin memperburuk wajahnya. Culp harus berjuang antara hidup dan mati.
Setelah 5 tahun berselang, Culp muncul di hadapan publik, Selasa (6/5) waktu setempat.

Ia harus kehilangan hidung, pipi, bagian atas mulutnya dan satu matanya. Yang tersisa hanyalah dagu, satu mata dan bagian atas dahinya. Serpihan senjata semakin memperburuk wajahnya. Culp harus berjuang antara hidup dan mati.
Setelah 5 tahun berselang, Culp muncul di hadapan publik, Selasa (6/5) waktu setempat.

Ia menunjukkan wajah barunya, hasil transplantasi wajah yang dilakukan tim dokter di Klinik Cleveland. Lima bulan lalu ia mendapatkan wajah barunya dari seorang wanita yang telah meninggal.

Dengan suaranya yang terdengar sangat pelan, ibu dua anak ini mengucapkan terima kasih pada tim dokter yang membantunya dan keluarga pendonor yang memberikan sebagian wajahnya untuk dirinya.
“Saya ingin memfokuskan pada keluarga pendonor yang mengizinkan saya memiliki hadiah ini,” ujar Culp di hadapan wartawan yang hadir di Klinik Cleveland, tempat operasinya berlangsung.

Ekspresi wajah Culp memang masih kaku seperti kayu. Namun ia sudah bisa berbicara, tersenyum, membaui dan merasakan makanan yang dikecapnya. Wajah barunya juga masih belum terlalu sempurna. Wajahnya terlihat menggembung, sehingga membuat konturnya berbentuk persegi. Ada juga lipatan-lipatan di beberapa bagian.

Tim dokter berencana menghilangkannya setelah syaraf-syaraf di wajahnya tumbuh, demikian pula dengan sistem peredaran darah dan otot-otot barunya.
Dua bulan setelah penembakan fatal tersebut, dokter bedah plastik di Klinik Cleveland, Dr Risal Djohan sempat memeriksa luka-lukanya.

“Ia mengatakan pada saya, ia tidak yakin jika bisa membenahi wajah saya. Namun ia akan mencoba,” kenang Culp.

Culp kemudian menjalani 30 kali operasi untuk membetulkan wajahnya. Tim dokter mengambil tulang rusuknya untuk dijadikan tulang pipi. Untuk memperbaiki tulang rahangnya, dokter mengambilkannya dari salah satu tulang kakinya. Jaringan kulit diambilkan dari pahanya.
Sayang, setelah operasi sebanyak itu, ia masih belum bisa makan makanan padat, bernafas maupun membaui.

Operasi Selama 22 Jam
Barulah pada 10 Desember 2008, dalam operasi selama 22 jam, Dr Maria Siemionow memimpin tim dokter untuk ‘mereparasi’ wajahnya. 80 persen wajah Culp diambilkan dari wajah seorang wanita yang telah meninggal. Ini menjadi tranplantasi wajah keempat di dunia dan pertama di Amerika.
Meski pihak rumah sakit saat itu telah mengumumkan adanya operasi transplantasi wajah, namun identitas Culp masih disembunyikan.

Selama operasi, bagian-bagian dari wajah pendonor diambil dan dipasang di posisi yang tepat pada wajah Culp. Mulai dari kulit wajah, tulang, otot pembuluh darah, semuanya dihubungkan satu sama lain.

Culp mendapat donor hidung, kelopak mata, bibir bagian atas dan beberapa bagian wajah lain yang hilang.

“Saya kini telah mendapat sebuah hidung,” kelakar wanita asal Ohio ini.
Sayang, tidak ada informasi yang diungkapkan mengenai siapa sang pendonor wajah tersebut atau bagaimana ia meninggal. Namun anggota keluarganya sempat melihat perubahan wajah Culp sebelum dan sesudah operasi.

Dua bulan setelah operasi, Culp diperbolehkan pulang. Sebelum operasi dilakukan, Culp tidak bisa makan makanan padat ataupun merasakannya.
“Culp kini bisa menikmati makanannya. Ia sudah makan hamburger, pizza maupun minum kopi dari cangkir,” ujar Siemionow.

Semenjak melakukan operasi, wajah baru Culp telah menunjukkan perkembangan signifikan. Syaraf-syaraf baru di wajahnya mulai tumbuh, sekitar satu inchi dalam sebulan.

“Culp kini bisa melakukan beberapa hal seperti dulu lagi, seiring dengan pertumbuhan syaraf-syaraf di wajahnya,” ujar Dr Frank Papay, Ketua Institut Dermatologi dan Operasi Plastik Klinik Cleveland.
Dalam kemunculan perdananya kemarin, Culp hanya membaca pernyataan dan tidak menerima pertanyaan dari para jurnalis. Ia hanya mengatakan telah ditembak dan tidak ingin mengingat-ingat kejadian tersebut. Tak lupa ia meminta masyarakat berempati pada orang-orang yang memiliki cacat wajah.

“Saat seseorang tidak memiliki wajah yang cantik, jangan langsung menilainya buruk seketika itu juga. Anda tidak tahu apa yang akan terjadi dalam hidup Anda. Jangan menilai orang dari wajahnya karena Anda tidak akan tahu apa yang akan diambil dari diri Anda,” ujar Culp. ap/cnn/tis

SURYA, Kamis, 7 Mei 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: