15 Jam Suramadu Dilewati 15.000 Kendaraan

Juni 18, 2009 at 8:56 am (Suramadu) (, , , )

* Penumpang Feri Langsung Anjlok 50 Persen

Kamis, 18 Juni 2009

SURABAYA – SURYA

Meski tarif tol sudah diberlakukan sejak Rabu (17/6) pukul 00.00 WIB, jumlah kendaraan yang lewat Jembatan Suramadu tetap membeludak. Bahkan selama 15 jam sejak resmi dibuka pukul 00.00 hingga 15.00 WIB, sesuai data PT Jasa Marga Cabang Surabaya, kendaraan yang lewat jembatan sepanjang 5,438 kilometer itu mencapai 15.000.
Rinciannya, sepeda motor 11.000 unit, dan kendaraan golongan I dan II mencapai 4.000 unit. Jumlah ini dipastikan terus bertambah mencapai lebih dari 20.000 kendaraan hingga pukul 24.00 WIB.

Pantauan Surya, sejak pagi sekitar pukul 06.30 WIB, pintu tol Suramadu, baik sisi Surabaya maupun Madura, sudah terlihat padat kendaraan terutama roda dua. Panjang antrean untuk dua lajur motor berkisar antara 20 sampai 30 kendaraan, sementara mobil juga terus mengalir.

Mulai beroperasinya jembatan tersebut langsung berdampak secara signifikan pada jumlah penumpang dan kendaraan yang menggunakan kapal feri di penyeberangan Ujung-Kamal. Kemarin saja, penumpang feri langsung anjlok hingga 50 persen.

Kepala PT Jasa Marga Cabang Surabaya-Gempol dan Suramadu, Agus Purnomo mengaku sudah memperkirakan banyaknya jumlah kendaraan yang lewat Suramadu. Karena dengan lewat Suramadu, perjalanan dari Surabaya ke Madura atau sebaliknya dapat lebih cepat. Sehingga meski pengendara sepeda motor harus membayar Rp 3.000, kendaraan golongan I (sedan, sejenis kijang, dan MPU) Rp 30.000, dan kendaraan golongan II (truk ban belakang dobel) ditarik Rp 45.000, animo masyarakat tetap tinggi.

Menurut Agus, banyaknya kendaraan yang lewat Suramadu tersebut melebihi hasil survei yang dilakukan Balai Besar Jalan Nasional V yang membawahi proyek senilai Rp 4,5 triliun ini. Dalam survei itu, Balai Besar Jalan Nasional V memperkirakan jumlah kendaraan yang lewat Suramadu, roda dua sebanyak 14.000 sementara roda empat 5.000. “Kami berharap jumlah kendaraan yang lewat terus meningkat,” ujar Agus kepada Surya, Rabu (17/6).

Meski Jembatan Suramadu dijejali puluhan ribu kendaraan, kemarin belum terlihat kendaraan golongan III (bergardan tiga), golongan IV (bersumbu roda empat), dan kendaraan golongan V (bersumbu roda lima) melewati tol Suramadu. Agus menduga, belum adanya kendaraan jenis tersebut karena selama ini kendaraan roda empat yang ke Madura dan melewati kapal feri hanya jenis golongan I dan II saja.
“Mungkin belum terbiasa atau bisa jadi karena pertimbangan jalan di sana (Madura),” jelasnya.

Secara terpisah, Manajer Operasional PT Indonesia Feri (ASDP) Cabang Surabaya, M Waluyo mengatakan, berdasarkan data yang ada, Rabu kemarin penurunan penumpang dan kendaraan di pelabuhan Ujung rata-rata 50 persen dibanding sebelum Suramadu resmi beroperasi.

Kalau sebelum Suramadu beroperasi, jumlah penumpang rata-rata 12.000-13.000, sepeda motor 5.500-6.000, dan kendaraan roda empat berkisar 2.350. Kemarin, untuk jumlah penumpang turun 60 persen, sepeda motor turun 50 persen, dan mobil turun 30 persen. “Itu hasil pantauan kami mulai pukul 20.00 malam sampai 08.00 pagi,” jelasnya.

Meski jumlah penumpang dan kendaraan menurun, kata Waluyo, pihaknya memastikan jumlah kapal yang beroperasi melayani penyeberangan Ujung-Kamal masih tetap 12 dari 17 armada kapal feri yang disiagakan. “Belum ada pengurangan kapal. Semua akan dievaluasi lebih lanjut,” tegasnya.

Nekad Foto-fotoan
Sementara itu, peringatan agar kendaraan yang lewat Jembatan Suramadu tidak berhenti sembarangan hanya untuk sekadar mengambil foto, ternyata tidak diindahkan. Ini terlihat dari masih banyaknya masyarakat yang nekad memarkir kendaraannya di pinggir jalan tol Suramadu. Rata-rata berhenti antara 5-10 menit untuk berfoto ria atau sekadar menikmati pemandangan laut dari atas jembatan.
“Mumpung ke sini, Mas. Biar bayar tidak apa-apa,” ujar Budi, warga Krian, Sidoarjo yang sedang foto-fotoan di bentang tengah jembatan. Budi mengaku ingin mengobati rasa penasarannya melihat langsung jembatan terpanjang se Asia Tenggara itu.

Selain Rudi, ada sekitar 30 sepeda motor diparkir berjajar di pinggir jalan lintasan khusus motor di sisi bentang tengah yang menuju ke Madura. Hal sama juga terjadi di lajur motor yang mengarah ke Surabaya. Bahkan belasan mobil juga terlihat berhenti di bentang tengah, dan sama halnya dengan pengendara motor, penumpangnya turun untuk berfoto ria.

Di tengah kegembiraan masyarakat yang melewati Suramadu, nasib apes dialami dua pengendara motor. Andri, warga Kediri yang mengaku mau ke Pamekasan, motornya ngadat usai motor yang dikendarainya melaju beberapa puluh meter melewati pintu tol. “Apes, Mas,” tukasnya sambil menuntun motornya.
Nasib lebih apes dialami Sukamat. Warga Kali Kepiting Jaya Surabaya ini ban motornya kempes ketika melaju di sisi bentang tengah. Dia pun harus menuntun motornya sebelum akhirnya petugas Jasa Marga datang menderek motornya.

Agar kejadian itu tak terulang, Kepala PT Jasa Marga Cabang Surabaya-Gempol dan Suramadu, Agus Purnomo minta semua pengendara sebelum melewati Suramadu mengecek betul kondisi kendaraannya. “Jangan sampai mogok atau bannya bocor di tengah jalan. Tapi kalau itu terjadi, petugas sudah mengantisipasi dengan mobil derek untuk membawa keluar gerbang tol,” jelasnya. uji

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: