Monyet Kencingi Presiden

Juni 26, 2009 at 11:42 am (Ada-ada Saja) (, , , , , , )

Jumat, 26 Juni 2009

LUSAKA – Presiden Republik Gambia, Rupiah Banda, mungkin tidak mengira pertemuannya dengan sejumlah wartawan di halaman kantornya akan bergaung ke seluruh dunia. Ini gara-gara ulah seekor monyet.
Dalam jumpa pers yang digelar Rabu (24/6) di ibukota Lusaka itu, Banda menjelaskan berbagai langkah yang diambil pemerintahnya untuk mengatasi kemerosotan ekonomi.

Ia ingin menenangkan warga Gambia yang mulai resah. Saat ini, sekitar sepertiga dari total 1,7 juta penduduk negeri yang berada di bagian barat benua Afrika itu berada di bawah garis kemiskinan.
Namun di tengah-tengah wawancara, Banda tersentak karena ada air mengucur dari atas. Jasnya basah sebagian. Begitu mendongak mencari sumber air, ia melihat seekor monyet yang sedang kencing dari dahan pohon. Monyet itu tepat di atas tempat dia duduk.

Agaknya, monyet itu sudah tidak sanggup lagi menahan buang air dan tidak peduli di bawahnya ada penguasa negara itu.

“Hai, kau monyet mengencingi jasku,” teriak Banda sambil mendongakkan kepalanya.
Meski sempat kaget, Banda segera menguasai keadaan dan insiden itu menjadi bahan guyonan para hadirin.

”Saya akan mengirimkan monyet itu jadi makan siang Pak Sata,” kata Banda. Yang dimaksud Banda itu adalah Michael Sata, tokoh oposisi yang dia kalahkan dalam pemilihan presiden 2008.
Banda pun melanjutkan bicaranya di tengah para wartawan dan diplomat asing yang masih tertawa. ”Semoga ini justru menjadi berkat,” harap Banda.

Mungkin itu memang harapan spontan bagi Banda. Sebab, di Gambia memang tidak pernah dikenal mitos atau kepercayaan setempat bahwa kencing monyet adalah pertanda baik bagi bisnis.
Banda memang sangat berharap perekonomian negara yang dipimpinnya segera pulih. Negara itu mengandalkan ekspor tembaga, padahal harga internasional logam ini terus merosot.

“Prospek pertumbuhan pendapatan terus berkurang, sehingga proyeksi pendapatan domestik bruto juga direvisi menjadi 4 persen atau bisa kurang. Pengurangan ini berimplikasi pada pendapatan domestik, karena pendapatan dari pajak juga pasti turun,” katanya.

Kembali ke soal monyet, binatang berekor panjang ini memang banyak berkeliaran di sekitar rumah dinas Banda. Tak hanya monyet, antelop dan burung pun merasa leluasa berkeliaran di sekitarnya karena rumah itu memang tak jauh dari hutan.tel/bbc/sas

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: