Bambang Keder Hadapi Sahudi

Juni 30, 2009 at 2:04 pm (Berita 2009) (, , , , , )

* Keluhkan PSB Online Gagal
* Jadi Bamper Tak Masalah
* SNMPTN Diikuti Lebih 400 Ribu Peserta
Minggu, 28 Juni 2009

SURABAYA | SURYA

Sepertinya, Wali Kota Bambang DH, tidak punya nyali menghadapi Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Sahudi yang notabene anak buahnya. Padahal Bambang mengeluh PSB Online 2009 gagal total.

Bambang mengaku tidak mau menyalahkan Sahudi, apalagi mengevaluasi kinerja anak buah kesayangannya itu dan berbuah pencopotan. “Saya tidak akan menyalahkan siapa-siapa. Saya minta Dindik mengevaluasi gagalnya PSB online tahun ini, agar tahun depan bisa dipersiapkan lebih baik,” tegasnya, Sabtu (27/6).

Sebagai pimpinan di eksekutif, Bambang menyatakan bisa saja memecat anak buahnya yang dinilai tidak becus. Tetapi terkait kasus PSB online, dia tak bisa gegabah dan emosional. “Saya tak mau hanya satu cause, lantas menggeneralisir,” jelas mantan Ketua DPC PDIP Surabaya ini.

Terkait sikapnya itu, Bambang mengaku tidak takut masyarakat menganggap dirinya tidak berani menghadapi Sahudi, atau bahkan dituding jadi bamper mantan Kepala SMAN 15 itu. “Saya dikatakan jadi bamper, jadi kaki, tak masalah. Demikian juga kalau saya dianggap tidak berani. Wong namanya persepsi orang, sah-sah saja demikian,” tandasnya.

Ruwetnya pelaksanaan PSB tahun ini menjadi-jadi. Sehari menjelang pelaksanaan tes PSB untuk kelas RSBI, Minggu (28/6) hari ini, sejumlah orang tua siswa masih belum tahu lokasi tes anaknya. Ima, salah satu orang tua mengatakan, hingga Sabtu (27/6) siang dia belum tahu nomor dan tempat tes untuk Ninda, anaknya yang mendaftar di RSBI SMPN 1. Padahal anaknya yang lulus dari SD Laboratorium Unesa dengan nilai 25,7 sudah didaftarkan di SMPN 12, Kamis (25/6).

“Kepala saya sampai pusing. Tesnya besok tapi sampai hari ini belum tahu nomor dan tempat tes anak saya di mana,” keluhnya kepada Surya. Karena bingung itulah, Ima kemarin mendatangi kantor Dindik Surabaya.

Ini juga dialami Bagus. Pemuda asal Benjeng, Gresik, ini juga kebingungan karena belum tahu tempat tes bagi adiknya, M Syarifuddin. Adiknya yang lulusan SMPN Benjeng dengan nilai rata-rata 9,00 ini daftar di RSBI SMAN 5. Bagus mendatangi sekolah favorit itu. Namun petugas di SMAN 5 tak dapat melayani permintaannya dengan dalih sekolah sibuk. “Alasannya, karena ada penerimaan rapor,” tukasnya. Karena tak memperoleh informasi apapun, sama halnya dengan Ima, Bagus ke kantor Dindik Surabaya.

Menanggapi itu, Ketua PSB Online Surabaya 2009, Ruddy Winarko, mengatakan akan mencari apakah siswa yang belum tahu nomor dan tempat tes itu benar-benar sudah mendaftar. “Kalau sudah daftar, pasti tahu nomor dan tempat tesnya. Misalnya, daftar Kamis pagi, sorenya pasti sudah tahu. Makanya harus dicek dulu,” terangnya.

Ruddy hanya menyarankan mereka datang lagi ke sekolah yang dituju. “Saya jamin dilayani dan bisa ikut tes,” imbuhnya. Artinya, pagi ini orang tua dan siswa yang belum tahu nomor dan tempat tes harus kelabakan dulu kembali ke sekolah tempatnya mendaftar sebelum tegang ikut tes.

Setelah diverifikasi, total pendaftar RSBI SMP 2.139 siswa dan SMA 2.241 siswa. Ini berarti persaingan masuk kelas RSBI dipastikan sangat ketat karena pagu SMP hanya 476 dan SMA 576. Pada tes pertama hari ini materi yang diujikan IPA, sementara tes kemampuan Bahasa Inggris dan Matematika dilakukan Senin (29/6).

Sama ketatnya dengan RSBI mereka yang akan menjadi mahasiswa juga harus menghadapi pusing seri kesekian. Para calon mahasiswa ini harus bersaing sangat ketat untuk mendapatkan bangku kuliah. Ini karena pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun ini naik lebih dari 20.000 dibanding tahun sebelumnya. Tahun 2008, jumlah pendaftar SNMPTN sekitar 280.000, tahun ini membengkak menjadi 405.317.

Dari jumlah itu, yang mendaftar lewat Surabaya 29.012. Namun hingga Sabtu (27/6), baru 28.327 yang mengembalikan formulir. Rinciannya, program IPA 10.701, IPS 11.463, dan IPC 6.848. Sementara 685 formulir belum dikembalikan.

Ketua Umum SNMPTN 2009, Prof Dr Haris Supratno, memastikan persaingan untuk masuk PTN lewat SNMPTN sangat ketat. Jumlah pagu yang diperebutkan hanya sekitar 90.000 kursi. “Satu kursi minimal diperebutkan lima orang,” ujarnya kepada Surya. uji

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: