Digagas, Bus Kota Perumahan

Juni 30, 2009 at 2:10 pm (Berita 2009) (, , , , , , )

* Lewat Perkantoran, Kampus, dan Pusat Perbelanjaan
Sabtu, 27 Juni 2009

SURABAYA – SURYA

Kemacetan di Kota Pahlawan akibat makin banyaknya penggunaan mobil pribadi disikapi serius oleh Dinas Perhubungan & LLAJ Jatim. Instansi ini menggagas dioperasionalkannya bus kota antarperumahan.

Selain melayani penumpang dari perumahan satu ke perumahan lain, trayek baru ini juga akan melewati sejumlah pusat perbelanjaan, kantor layanan publik, dan perguruan tinggi (PT) di Surabaya.

“Konsep detailnya sekarang sedang kita susun. Dan kita berharap nanti disetujui, karena ini merupakan upaya mengurangi penggunaan mobil pribadi di jalan yang kerap memicu kemacetan lalu lintas,” ujar Sumarsono, Kabid Angkutan Darat Dishub & LLAJ Jatim, Jumat (26/6).

Sumarsono yakin, kalau program bus kota antarperumahan ini disetujui, akan banyak operator bus yang mau. Karena selain dapat mengurai kemacetan lalu lintas, langkah ini dapat menjadi solusi di tengah makin sepinya load factor penumpang moda transportasi darat yang murah ini.

Apalagi saat ini, sejumlah rute tujuan tertentu, misalnya dari Deltasari Sidoarjo ke sejumlah perumahan lain, seperti Pakuwon, Galaxy, Bukit Darmo, dan Marina, belum ada yang melayani. Demikian juga dengan angkutan dari Terminal Bungurasih menuju sejumlah kampus, seperti Unair dan ITS juga belum ada. “Makanya kami berharap Dishub Surabaya dapat menyetujui ide ini,” jelas Sumarsono.

Dikonfirmasi hal itu, Plt Kadishub Surabaya Eddy mengaku belum terpikirkan membuat angkutan bus kota antarperumahan. Yang terpenting saat ini adalah meningkatkan layanan dan fasilitas angkutan umum kepada masyarakat. “Kalau layanan angkutan umum semuanya sudah ditingkatkan, barulah kita bicara rencana baru,” terangnya.

Eddy yakin, kalau sebuah ide baru dipaksakan segera dilaksanakan tanpa mengkajinya, akan mendapat resistensi dari masyarakat, terutama sopir angkot. “Tidak mungkin bus antarperumahan dioperasikan, tapi malah dilempari sama sopir angkot,” tegasnya.

Sebagai solusi, kata Eddy, pihaknya dalam waktu akan meninggikan halte sekaligus mengubah desain pintu bus kota. Diharapkan bus kota tidak akan lagi menaikkan dan menurunkan penumpang di sembarang tempat seperti yang terjadi saat ini. “Itulah salah satu upaya meningkatkan layanan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Terpisah, Manajer Operasional Perum Damri Surabaya Ahmad Daroini menyambut baik rencana Dishub & LLAJ Jatim. Namun untuk memastikan apakah perusahaannya akan turut andil atau tidak, pihaknya akan mengkaji lebih dulu. “Kalau menguntungkan, pasti akan kita dukung,” jelasnya.
Meski demikian, sebagai perusahaan milik negara, kalau pemerintah menugaskan melayani rute atau trayek baru, Perum Damri tidak dapat menolaknya. “Fungsi kita kan sebagai stabilisator dan katalisator,” imbuhnya. uji

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: