Tolak Bus Kota, Sopir Angkot Ngeluruk Dishub

Juni 30, 2009 at 2:13 pm (Berita 2009) (, , , , , , )

Sabtu, 27 Juni 2009

SURABAYA – SURYA

Seratus lebih sopir angkot di Surabaya, Jumat (26/6) sore, ngeluruk ke kantor Dishub Surabaya di Jalan Menanggal. Mereka menuntut bus kota tidak menurunkan dan menaikkan penumpang sembarangan di sepanjang jalanan kota yang dilalui.

Selain memprotes keberadaan bus kota, para sopir angkot ini juga mendesak Dishub membatalkan rencana pengalihan jalur bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan bus antarkota dalam provinsi (AKDP) yang akan menuju Jembatan Suramadu.

H Ridhoi, Ketua Lin F mengatakan, pihaknya mendatangi kantor Dishub Surabaya untuk minta ketegasan jawaban atas tuntutan yang disampaikan paguyuban sopir angkot di Terminal Ujung Baru Tanjung Perak, yang beranggotakan tujuh lin, yakni lin F (Joyoboyo-Endrosono), USP (Ujung Baru-Petojo), UBK (Ujung Baru-Kenjeran), K (Jembatan Merah-Ujung), Z1 (Benowo-Ujung Baru), R dan lin UBB menyusul dioperasionalkannya Jembatan Suramadu.

“Tuntutan harus kami sampaikan langsung karena pembukaan Suramadu membuat pendapatan kami turun drastis,” tegasnya kepada Surya, di sela-sela aksi diamini Mat Lasum perwakilan dari Lin UBK.
Biasanya, penghasilan yang didapat sopir angkot rata-rata Rp 100.000 per hari.

Tapi setelah Suramadu beroperasi turun lebih 200 persen menjadi hanya Rp 30.000. Untuk itu, agar kehidupan sopir angkot tidak makin terpuruk, Ridhoi menolak rencana perpanjangan trayek bus kota Surabaya – Madura. Selain itu, bus AKAP dan AKDP dari Terminal Purabaya juga diminta tidak melewati jalur angkot mereka. Agar mereka tetap mendapatkan limpahan penumpang, karena saat ini jumlah angkot yang mangkal di Terminal Ujung sebanyak 400 unit.

Menanggapi hal itu, Plt Kadishub Surabaya Eddy memastikan bahwa pihaknya tidak akan memberikan rekomendasi perpanjangan trayek bus kota Surabaya – Bangkalan. “Bus kota tetap akan melayani jalur dan penumpang di dalam kota saja,” tegasnya, usai menemui pendemo.

Namun mengenai bus AKDP dan AKAP, Edy mengaku tidak dapat melarang bus-bus tersebut melewati sejumlah ruas jalan di Surabaya untuk menuju akses Jembatan Suramadu, karena trayeknya sudah jelas. Apalagi memaksanya harus menyeberang naik kapal feri.

“Mereka kan lewat jalan negara, jadi tidak masuk akal kalau di larang. Karena jalan negara milik pemerintah pusat,” tandas Eddy.

Sebagai solusi, Kabid Angkutan Darat Dishub & LLAJ Jatim, Sumarsono memastikan bahwa bus AKDP dan AKAP yang akan menuju tol Suramadu tidak dibolehkan menaikkan penumpang di sepanjang jalan yang berhimpitan dengan jalur angkot. “Kalau itu dilanggar, akan kita tindak tegas,” tukasnya.

Sekretaris DPC Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Surabaya, Sudarsono mengaku akan mengawal tuntutan sopir angkot. “Sopir angkot butuh kejelasan akan nasib mereka setelah dioperasionalkannya Jembatan Suramadu,” imbuhnya.

Sementara Ketua DPC Organda Surabaya Wastomi Suheri menegaskan, bus kota harus melayani transportasi di dalam kota dan bukan antarkota. “Kalau bus kota juga melayani penumpang antar kota, apa bedanya dengan bus AKDP. Makanya perpanjangan trayek bus kota Surabaya – Madura harus dicegah,” tegasnya.

Hal berbeda disampaikan Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Bangkalan Syaiful Jamal. Dia berharap Dishub Surabaya mau memberikan rekomendasi untuk perpanjangan trayek bus kota dari Surabaya ke Bangkalan. “Kalau bus kota sampai Bangkalan, akan sangat menguntungkan masyarakat Bangkalan seiring dengan adanya perubahan moda transportasi dari feri ke angkutan darat,” tegas Syaiful. uji

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: