Dongkrak Omzet, Suruh Bugil Karyawan Tiap Jumat

Juli 4, 2009 at 8:46 am (Ada-ada Saja) (, , , , , )

Sabtu, 4 Juli 2009


NEWCASTLE
– Krisis ekonomi global membuat sebagian perusahaan menyerah, tetapi sebagian lainnya memutar otak lebih kencang lagi agar usaha tetap jalan. Tetapi yang dilakukan Onebestway, sebuah perusahaan sangat jauh dari melesat dari teori manajemen dan cenderung liar.

Perusahaan desain dan marketing yang bermarkas di Newcastle Inggris ini mencanangkan Jumat Bugil (Naked Friday). Bos perusahaan ini menganggap cara ini bisa mendongkrak bisnis.

Bagaimana bisa?
Ketika omzet perusahaan mulai merosot seiring meluasnya krisis tahun lalu, Onebestway mengundang seorang psikolog bisnis, David Taylor, untuk mendongkrak semangat tim. Setelah mendiagnosa kondisi para karyawan, David pun menyarankan langkah gila ini sejak April 2009. Tiap Jumat, semua karyawan diminta menanggalkan seluruh pakaiannya, tanpa kecuali.

Dampaknya, Onebestway mendulang keuntungan besar. “Sangat brilian. Sekarang kami telah saling melihat sama-sama telanjang, tidak ada penghalang. Kalau ingin datang berpakaian atau minimal berpakaian dalam, boleh saja. Tetapi saya suka tubuh saya dan saya tidak malu,” kata Sam Jackson, 23, salah satu manager seperti dikutip The Sun, Kamis (2/7).

Sepekan sebelum tiba hari Jumat, seluruh karyawan didorong untuk memfotokopi bagian-bagian tubuh mereka. Tujuannya agar mereka lebih percaya diri terhadap tubuh masing-masing. Untuk lebih membiasakan karyawan dengan ketelanjangan, seorang modal bugil diundang ke kantor untuk diajak berbincang-bincang dan digambar.

“Perlu sepekan bagi David di kantor saya untuk membangun keberanian karyawan. Awalnya memang bikin grogi, tetapi begitu sampai di meja dan terbiasa, saya merasa nyaman total,” kata Sam menambahkan.

“Memang agak emosional, tetapi kemudian kami mendapati diri kami lebih mampu berbicara jujur sejak itu. Perusahaan pun meningkat kinerjanya secara signifikan,” imbuh Sam.
Tepat pada Jumat Bugil, hampir semua karyawan tidak menyisakan kain melekat di tubuhnya, kecuali seoran pria yang mengenakan kantong untuk menyembunyikan penisnya dan dua perempuan yang tetap mengenakan pakaian dalamnya.
Ternyata idenya, ketika semua bagian tubuh kita terlihat oleh rekan sekantor, artinya sudah tidak ada lagi yang disembunyikan. Bodi bagus, perut penuh parut atau paha berlemak bukan lagi rahasia. Akhirnya seluruh karyawan pun bisa saling bicara lebih terbuka. Dampak ikutannya, kerja tim menjadi semakin bagus. “Ada yang berani, ada juga yang marah. Tetapi saya saya katakan, mereka boleh tidak mengikuti saran ini, kalau dirasa ini tidak benar,” kata Mike Owen, direktur.
David Taylor si penggagas mengatakan tidak ada yang dipaksa dalam eksperimen itu. Tetapi ia menjelaskan diperlukan kejujuran dan keterbukaan untuk membuat perusahaan maju.
”Mengundang sebuah perusahaan untuk membugilkan karyawannya ada teknik paling ekstrem yang pernah saya gunakan. Memang aneh, tapi berhasil kan. Ini ekspresi dasar yang diperlukan untuk menimbulkan kepercayaan diri dan mempercayai orang lain,” kata David

Eksperimen Onebestway ini akhirnya menarik perhatian Virgin1, sebuah stasiun televisi, yang kemudian merekamnya untuk ditayangkan pada 9 Juli dalam program Naked Office.

Sementara itu Air New Zealand, maskapai milik pelat merah New Zealand, menggunakan ketelanjangan dalam bentuk lain. Sejumlah awak pesawat menggunakan kepolosan tubuh mereka untuk memancing perhatian penumpang agar memberi perhatian penuh pada petunjuk instruksi keselamatan dalam penerbangan.

Sebenarnya, tayangan video itu hanya untuk di dalam penerbangan, tetapi akhirnya bocor juga ke internet. Bahkan di situs YouTube langsung diakses 1,2 pemirsa dalam sehari. Dalam tayangan tiga menit itu, semua model yang diperankan oleh karyawan asli Air New Zealand itu memang tidak sepenuhnya telanjang bulat. Tubuh mereka dilukis pakaian seragam. Namun orang tetap tahu bahwa mereka telanjang.

“Kami ingin mencari cara untuk menyampaikan betapa pentingnya memperhatikan instruksi keselamatan sebelum terbang pada penumpang domestic. Caranya harus orisinal, menarik dan menyenangka,” kata Manajer Marketing Air New Zealand, Steve Bayliss.
Pertanyaannya, apakah kemudian penumpang benar-benar memperhatikan peragaan prosedur keselamatan, atau malah memfokuskan pandangan mata pada bagian tubuh pramugari. sun/dai/sas

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: