Ikut Sunatan Massal, Malah Penis Terpotong

Juli 13, 2009 at 2:37 pm (Ada-ada Saja, Berita 2009) (, , , , , , )

Senin, 13 Juli 2009



PEKANBARU – Nasib apes menimpa Kamaruddin, bocah usia 9 tahun yang ikut dalam sunatan massal. Dalam khitanan itu rupanya dia mengalami kecelakaan fatal yakni alat bedah laser yang digunakan dokter telah memotong kepala  kelaminnya.
Bocah itu kini terbaring lemas di ruangan Flamboyan, RS Awal Bros, Pekanbaru. Kamaruddin merupakan warga Kecamatan Belilas, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau. “Kamaruddin dirujuk ke tempat kita akhir pekan lalu. Waktu dirujuk kondisinya sangat parah karena air seninya yang keluar bercampur darah ini akibat luka dibagian ujung penisnya,” kata Humas RS Awal Bros, Nasrul Edy kepada wartawan, Senin (13/07/2009) di Pekanbaru.Menurut Edy, sebelum dibawa ke Pekanbaru, Kamaruddin ini sempat di rawat di RSUD Inhu, di Rengat. Di rumah sakit tersebut, tim medis sempat melakukan pengobatan berupa penjahitan bagian ujung kelaminnya yang putus. Hanya saja upaya penyambungan itu ternyata tidak maksimal. “Karena itu di tempat kita Kamaruddin menjalani operasi ulang  penyambungan alat ujung kelaminnya yang terputus,” kata Edy.

Edy menyebutkan, pihaknya telah melakukan operasi penyambungan tersebut.  Mengingat pasien usianya belum dewasa dimungkinkan penyambungan alat kelamitnyang terputus itu bisa berhasil. “Yang menjadi persoalan apakah nanti kelaminnya bisa berfungsi atau ereksi kembali, itu yang belum bisa kita pastikan,” kata Edy.

Sementara itu, orangtua Kamaruddin, Abdul Wahab kepada detikcom menceritakan, sunatan massal itu digelar oleh  Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Riau dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional ke-16 tahun 2009.  Sunatan massal itu dipusatkan, di Kantor Kecamatan Belilas Kabupaten Inhu, pada Senin lalu (7/07/2009).
“Waktu disunat, saya berada di sebelah anak saya. Dokternya yang menyunat
anak saya masih muda namanya Supri,” kata Abdul Wahab.

Masih cerita Abdul Wahab, ketika memotong kulit kelamin itu, ternyata
Kamaruddin langsung menjerit sekuatnya. Kamaruddin menangis sejadi-jadinya. Dokter yang melakukan sunatan dengan menggunakan alat pemotong leser itu langsung terlihat panik.

“Astaghfirloh. Maafkan saya pak. Anunya ikut terpotong,” kata dokter
Supri dengan nada gemetar seperti ditirukan Abdul Wahab.

Wahab yang saat itu juga turut panik melihat anaknya terus menangis serta
wajahnya yang pucat kembali bertanya pada dokter tersebut. “Apanya yang
terpotong Pak Dokter,” tanya Wahab. Lantas dokter yang menyunat juga
terlihat pucat menjawab,  “Kepala burungnya ikut terpotong pak,” kata
dokter.

Mendapat jawaban seperti itu, Wahab lantas bingung dan tak mengerti harus
bertindak apa. “Saya panik tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Saya hanya
berpikir bagaimana nasib anak saya,” kata Wahab yang kesehariannya buruh
perkebunan kelapa sawit.

Karena dokter telah salah potong, situasi sunatan massal pun geger. Padahal
waktu itu ada 170 anak-anak saat libur sekolah yang ikut sunatan. Gara-gara
satu orang telah menjadi korban keteledoran seorang dokter, akhirnya sunatan massal itu pun dihentikan. Saat itu baru 70 anak yang sudah disunat dan 100 bocah lainnya dibatalkan.

“Saya hanya bisa berdoa, semoga anak saya bisa sembuh dan normal kembali,” kata Wahab. detik.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: