Gus Dur Pahlawan Nasional Ke-148

Januari 14, 2010 at 10:57 am (Berita 2010, GUS DUR) ()

* Soeharto Belum Memenuhi Syarat

Kamis, 14 Januari 2010

SURABAYA – SURYA

KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur akan menjadi Pahlawan Nasional ke-148 di negeri ini. Gelar itu akan diraih mantan Presiden RI ke-4 jika namanya diusulkan oleh Badan Pembina Pahlawan (BPP) kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan menetapkannya sebagai pahlawan nasional pada peringatan Hari Pahlawan 10 November mendatang.

Direktur Kepahlawanan, Keperintisan, dan Kesetiakawanan Sosial Ditjen Pemberdayaan Sosial Depsos Suyoto mengatakan bisa saja Gus Dur ditetapkan sebagai pahlawan ke-148. Karena saat ini jumlah pahlawan yang tercatat 147. “Tapi, semuanya menunggu hasil kajian BPP dan apakah presiden memang menetapkannya sebagai pahlawan,” ujarnya, Rabu (13/1) di ruang Bina Loka Pemprov Jatim, usai sidang Badan Pembina Pahlawan Daerah (BPPD) Jatim. 
Hadir dalam acara tersebut, semua anggota BPPD Jatim, mulai wakil gubernur yang juga Ketua I BPPD Jatim Saifullah Yusuf, MUI Jatim, perwakilan TNI-Polri, sejarawan, akademisi, tokoh masyarakat dan lintas agama. Hadir juga anggota BPP pusat Anhar Gonggong dan Sekretaris Ditjen Pemberdayaan Sosial Depsos Hartono Laras.

Sehari sebelumnya, Selasa (12/1), di Gedung Bung Tomo Jombang, juga digelar seminar layak tidaknya Gus Dur mendapat gelar pahlawan. Hasil seminar inilah yang dibahas dalam sidang BPPD Provinsi.

Anggota BPP yang juga sejarawan Universitas Indonesia (UI) Anhar Gonggong menilai Gus Dur memang layak diusulkan sebagai pahlawan nasional. Karena pemikiran dan keteladanan Gus Dur untuk bangsa ini tidak hanya saat ini, tapi juga untuk masa yang akan datang. Anhar mencontohkan pengakuan Khonghucu sebagai agama ketika Gus Dur memerintah. Sebelum ada pengakuan, Khonghucu oleh masyarakat umum dipahami sebagai aliran dalam filsafat.

Sementara Sejarawan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Aminuddin Kasdi berharap usulan Gus Dur sebagai pahlawan tidak muncul dari partai politik. Agar masyarakat tidak menilai pemberian gelar itu bernuansa politis. “Gelar yang diberikan harus karena pertimbangan benar-benar layak untuk mendapatkannya,” imbuhnya.

Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya Prof Nur Syam juga mendukung Gus Dur sebagai pahlawan. Karena sebagai penulis dirinya kerap menjadikan ide-ide di bidang society dan pluralisme yang digagasnya sebagai bahan tulisan. “Apa yang disampaikannya memang tak terbantahkan,” tegasnya.

Perwakilan dari Polda Jatim menegaskan selama hidupnya Gus Dur tidak pernah punya catatan kriminal. Hal yang sama ditegaskan oleh perwakilan TNI.

Karena dukungan semua pihak itu, Wakil Gubernur Saifullah Yusuf berharap setelah resmi diusulkan ke BPP sesuai syarat, aturan, dan prosedur, presiden SBY akan menetapkan Gus Dur sebagai pahlawan nasional. “Pijakannya tentu UU 20/2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan,” tukasnya.

Menurut Suyoto, selain Gus Dur, pihaknya juga mendapat informasi bahwa mantan Menteri Keuangan era Presiden Soekarno Frans Seda juga akan diusulkan sebagai pahlawan nasional.

Sedangkan untuk mantan Presiden Soeharto menurut Suyoto, sudah diusulkan. Namun hasil penelitian dan pengkajian tim BPP pada 2009 lalu, dari 31 nama, yang memenuhi syarat hanya 21. Setelah dicek, dari 21 nama itu hanya delapan yang memenuhi syarat administrasi untuk diusulkan ke presiden. “Pak Harto masih dinilai belum memenuhi syarat,” jelas Suyoto.

Selain itu, dicoretnya Soeharto karena di internal tim BPP masih terjadi perbedaan prinsip terkait layak tidaknya mantan penguasa Orde Baru itu diberi gelar pahlawan. uji

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: