MUI Tolak Gus Dur ‘Bapak Pluralisme’

Januari 14, 2010 at 11:03 am (Berita 2010, GUS DUR) ()

Kamis, 14 januari 2010

SURABAYA – SURYA
Penobatan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai Bapak Pluralisme memantik reaksi keras Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim. Lembaga yang mengurusi masalah keagamaan ini tegas menolak label Bapak Pluralisme disematkan pada Gus Dur.
Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Bukhori mengatakan, pihaknya menolak label Bapak Pluralisme untuk Gus Dur karena makna pluralisme sangat rancu dan menimbulkan multi persepsi di masyarakat. Oleh masyarakat awam, Gus Dur dapat dianggap sebagai tokoh yang mencampuradukkan ajaran agama. “Jika hal itu terjadi sangat berbahaya bagi kehidupan beragama di masyarakat,” ujarnya, Rabu (13/1) pada sidang Badan Pembina Pahlawan Daerah (BPPD) Jatim dalam rangka pengkajian pengusulan pahlawan nasional KH Abdurrahman Wahid.
Dalam beberapa hari terakhir ini, MUI Jatim, kata KH Shomad mendapat banyak laporan dari para kiai. Dalam laporan yang disampaikan kepadanya, para kiai mulai diundang masuk pendeta masuk ke gereja untuk menghadiri suatu acara. Jika hal itu terus berlangsung, pihaknya khawatir akan terjadi konflik agama di masyarakat. Karena tidak semua masyarakat awam memahami makna pluralisme. “Karena dapat menimbulkan konflik dan pro kontra di tengah masyarakat, maka kami minta Gus Dur jangan jadi Bapak Pluralisme. Kalau menjadi Pahlawan Nasional, MUI Jatim mendukung penuh,” tandasnya.
Mantan Presiden ke-4 RI tersebut, kata KH Shomad juga punya kontribusi yang cukup besar kepada MUI ketika menjabat sebagai Ketua MUI Pusat periode 1987-1992.
Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengaku tidak begitu khawatir dengan sebutan Gus Dur sebagai Bapak Pluralisme. Karena label tersebut diberikan oleh masyarakat karena jasanya dalam mempererat hubungan antar agama dan etnis di Indonesia. “Dan itu tak masalah, yang penting MUI Jatim mendukung penuh usulan Gus Dur menjadi Pahlawan Nasional,” tegasnya.
Sebelumnya, dalam sambutannya pada upacara pemakaman Gus Dur di Ponpes Tebuireng 31 Desember 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjuluki Gus Dur sebagai Bapak Pluralisme yang patut menjadi tauladan bagi seluruh bangsa. uji

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: