Pemprov Jatim Usulkan Gus Dur Jadi Pahlawan

Januari 14, 2010 at 11:16 am (Berita 2010, GUS DUR) (, )

* Juga Untuk Nama Jalan di Jatim

Selasa, 5 Januari 2010


SURABAYA – SURYA
B
anyaknya usulan dari berbagai pihak agar almarhum KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional disikapi serius Pemprov Jatim. Secepatnya Pemprov akan mengusulkan pada pemerintah pusat agar mantan Presiden RI ke-4 itu diberi gelar kehormatan tersebut. “Setelah usulan nanti kita sampaikan, pemerintah kami minta segera mengkaji sesuai perundang-undangan yang ada layak tidaknya diberi gelar Pahlawan Nasional,” ujar Wagub Jatim Saifullah Yusuf, Senin (4/1).
Untuk mempercepat prosesnya, Gubernur Jatim telah memerintahkan Kepala Dinas Sosial Jatim Fahrur Rozi Syata menemui perwakilan keluarga Gus Dur di Ponpes Tebu Ireng Jombang untuk meminta berbagai persyaratan yang harus dipenuhi guna memperoleh gelar pahlawan nasional. Sejumlah syarat yang akan diminta, antara lain riwayat hidup dan perjuangan, daftar dan bukti jasa/tanda kehormatan yang pernah diperoleh, catatan pandangan/pendapat tokoh masyarakat tentang calon pahlawan, serta foto-foto dokumentasi perjuangan calon pahlawan. 
Selain gelar Pahlawan Nasional, nama Gus Dur, kata Gus Ipul juga akan diusulkan untuk dijadikan nama jalan di kabupaten/kota di Jatim maupun daerah lain di Indonesia. Khusus untuk nama jalan di Jatim, pihaknya akan menghimbau kepada Bupati/Wali Kota se-Jatim untuk melakukan hal itu. Karena nama jalan menjadi domain kota/kabupaten. “Dan melihat jasa Gus Dur yang begitu besar, ditambah ribuan pengikutnya yang juga tersebar di seluruh kota/kabupaten di Indonesia, terutama di Jatim, memang sudah semestinya nama beliau diabadikan sebagai nama jalan,” jelasnya.
Ditambahkan Gus Ipul, selain nama jalan, nama Gus Dur juga layak untuk dijadikan sebuah monument perjuangan untuk mengenang rekam jejak perjuangannya sebagai Bapak Bangsa dan Bapak Demokrasi dan Pluralisme di negeri ini.
Dalam UU 20/2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Pasal 25 dijelakan, syarat umum mendaparkan gelar adalah WNI atau seseorang yang berjuang di wilayah yang sekarang menjadi wilayah NKRI, memiliki integritas moral dan keteladanan, berjasa terhadap bangsa dan negara, berkelakuan baik, setia dan tidak mengkhianati bangsa dan negara, dan tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling singkat lima tahun.
Sementara pasal 26 menjelakan, syarat khusus untuk gelar diberikan pada seseorang yang telah meninggal dunia dan yang semasa hidupnya diantaranya pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Juga pernah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara, serta pernah menghasilkan karya besar yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat dan martabat bangsa.
Kabiro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim, Gunarto menambahkan, mengacu pada aturan yang ada, untuk mengusulkan seseorang menjadi Pahlawan memang seharusnya ada usulan dulu dari masyarakat melalui Dinsos kabupaten/kota setempat. “Karena Gus Dur dilahirkan di Jombang, mestinya Dinsos Jombang mengusulkan kepada gubernur melalui Dinsos Jatim sebagai Badan Pembina Pahlawan Daerah,” terangnya.
Syarat tersebut, kata Gunarto mengacu pada PP 25/2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Pemerintah Provinsi tentang Pengaturan Sistem Penganugerahan tanda Kehormatan/Jasa Tingkat Nasional (pasal 12 ayat 3 poin 12 D). uji

Iklan

1 Komentar

  1. Jalaludin Ahmad said,

    assalamualaikum

    perkenalkan saya adalah salah satu dari sekian banyak pendukung gus dur, lewat media ini saya berharap mohon jangan sebut gusdur sebagai Bapak Pluralisme karena sebutan itu sama saja melecehkan beliau sebagai Bapak Faham Haram karna kami sadari dan pahami bahwa pluralisme itu haram dan diharamkan sebagaimana yang pernah difatwakan guru guru kami di mui
    terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: